kembali pulang
kembali pulang, atau pulang kampung, naluri setiap orang
bahkan mungkin hewan juga begitu, seperti ikan salmon yang kembali ke lembah amazon setelah berkeliling di laut lepas hingga pasifik.
namun apakah ini juga berlaku bagi sepucuk daun teh yang dipetik dari perkebunan teh pengalengan, di dataran tinggi gunung wayang jawa barat?
teh celup yang terkenal di dubai….
aduh, ternyata dari indonesia toh ?
ini bukan pulang kampung, ini adalah pengembaraan
adakah yang lebih lezat dari merasakan daun teh pengalengan yang sejuk di padang pasir yang panas?
sensasional…
aku ingin kembali pulang, pulang kampung ….
kabut di cipanas
ketika malam ini berlalu tanpa dirimu
ada rasa yang hilang ketika kulihat sekelilingku
kabut tebal menyelimuti perjalanan
tiada suara kecuali gemuruh hati penuh penantian
malam ini terasa sunyi
namun hatiku terdengar gemuruh
ada kasih yang sangat kurindu
di bawah bayang-bayang asa yang mengisi hati
cipanas, malam ini berselimut kabut tebal
ada rasa rindu yang terukir di awal delapan puluhan
sekian tahun dirimu hadir dalam bayang
kau yang kurindu, menjelmalah sayang
Krisis Global
Kapitalisme kini ibarat senjata makan tuan, tak lagi jinak dan terkendali. Maha benar Allah yang mengharamkan riba, dan memerintahkan menyuburkan sodaqoh. Sistem ekonomi yang dulu dibanggakan karena bisa ‘menyejahterakan’ masyarakat kini mulai memakan korban. Orang kaya tiba-tiba miskin, pialang saham tiba-tiba kehilangan pekerjaan, bank besar tiba-tiba kekurangan uang. Harga minyak yang sempat melambung jauh tiba-tiba terjun bebas. Pakaian, sepatu dan barang-barang elektronik tiba-tiba membludak di pasar. Dan orang-orang hanya melihat, tak ingin membeli.
Ibarat perahu nabi Nuh, kini ekonomi kapitalisme sudah menunjukkan gejolak sangat dahsyat. Arus dolar tiba-tiba berbalik arah, kembali ke muaranya. Dolar yang dulu dibanggakan, kini sudah mulai menghilang, untuk mengisi pundi-pundi bank amerika. Dan arus dolar ini menyeret rupiah yang dimiliki orang-orang kaya. Uang tiba-tiba menjadi musibah.
Perahu Nabi Nuh hanya untuk orang-orang yang percaya kepada pembuatnya, tidak untuk orang yang menentangnya. Kini ekonomi kapitalis ibarat air bah yang menghancurkan dan menenggelamkan apa saja, spekulan, pedagang, bankir, orang-orang yang bermain saham, perusahaan garmen, perusahaan sepatu, barang elektronik dan developer rumah. Perusahaan-perusahaan ini tiba-tiba mulai runtuh satu persatu. Pegawai atau karyawan mulai dirumahkan, dan pengangguran mulai merangkak naik. Akankah orang-orang ini akan tenggelam, seperti banjir jaman Nabi Nuh?
Suburkan sodaqoh, janganlah memakan riba. Sungguh ini adalah kapal Nabi Nuh yang akan menyelamatkan orang yang mempercayainya. Insya Allah.
malam ini aku rindu
malam ini aku rindu kepadamu,
wahai wanita yang kucinta….
guratan senyummu masih terbayang di mataku, sayangku
tutur katamu masih terngiang di telingaku, manisku
detak langkahmu masih bergetar di hatiku, pujaanku
semua pesonamu menjadi darah segar bagiku
malam ini aku rindu kepadamu,
cbn, agustus 2008
sebuah ibrah
Semalam aku melayat seorang sahabat yang meninggal dunia karena penyakit leukemia yang sudah dideritanya entah berapa lama. Begitupun dengan sikapnya yang masih setia tidak menikah, hingga kematiannya merupakan sikap yang mengharukan. Apakah ini sebuah idealisme ataukah pasrah pada takdir Ilahi.
Aku sempat termenung begitu mendengar kematiannya, segera aku ke ruang mayat di sebuah rumah sakit. Sudah banyak pelayat yang datang, dan akupun sempat melihat wajahnya yang putih pucat, sebuah tanda kematian dan kepasrahan selama hidup.
Pertama kali aku kenal dia tahun 1980 ketika sama-sama menginjakkan kaki di Kampus Telkom, dan persahabatanku semakin intim, ketika aku menjabat sebagai ketua organisasi kampus dan dia menjadi sekretaris. Puncaknya adalah sepucuk surat yang kuterima sebagai ungkapan hati kala itu. Apakah ada sebuah idealisme ataukah sebuah harapan, bahwa takdir hendak kurobah. Walaupun keakrabanku dengan dia sebuah sejarah, dan sepucuk surat itupun tidak pernah kubalas, hari ini patut kumerenung dan patut pula aku bersedih.
Hari ini, mungkin sebuah penantian panjang bagi dia akan sebuah cita-cita yang dipendamnya. Sikapnya yang periang dan supel telah menghapuskan masa-masa lalu, dia begitu akrab dengan istriku, begitu manja ketika bercerita masa lalu. Dan seakan tidak pernah ada derita yang dirasakan, lahir maupun batin.
Selamat jalan sahabatku,semoga Allah menerima segala amal baikmu.
bandung, 30 Juni 2008
titik air mata
sebuah tangisan mungkin tidak terlalu kupedulikan
namun sebutir air mata yang menitik dari mata yang sayu
jatuh pada pipi yang memerah
mengisyaratkan sebuah perasaan yang dalam dan sendu
ribuan titik barangkali tak terlalu berarti bagiku
namun sebuah titik yang terpatri di hati yang merindu
yang bertemu dengan sebuah harapan
bagaikan sinar matahari yang tak pernah padam
jalan ini mungkin tak pernah kubayangkan
jalan ini mungkin tak pernah ada
jalan ini mungkin tak pernah diperhatikan
namun titik-titik air mata telah menorehkan sejuta tanda
menuju tempat yang sangat dirindukan semua orang
sorga
ketika semua amal tak lagi bermakna
ketika harapan tak lagi sampai
ketika dosa kian menumpuk
sebutir titik air mata di pelupuk mata menjadi penyelamat
di situlah letak kebahagiaan
di situlah letak rahmat Allah
kuberserah diri di keheningan malam yang sunyi
munajat cinta
Ketika aku membaca undangan di sebuah hotel bintang tiga, ada acara munajat karo. Aku nggak tahu, apa maksudnya. Jadinya penasaran, dan semangat datang. Kebetulan aku datang agak awal, jadi sempat bincang-bincang dengan teman yang lebih dulu datang. Tapi tidak ada yang tahu persis apa maksud dari munajat karo.
Ketika acara sudah dimulai, aku simak acara lebih serius. Takut kehilangan momen munajat karo…. Dan ketika sesi acara itu tiba, terdengar alunan lagu Munajat Cinta yang biasanya dinyanyikan oleh The Rock. Lho, apa hubungannya?.
Dan yang lebih penasaran lagi, pada saat penyanyi melantunkan lagu itu, sebagian ada yang menangis. Wah apa pula ini ?.
Aku memang tidak begitu paham dengan lirik lagu tersebut, jadi ngeliat ada orang yang menangis sambil menyanyi – jadi lucu aja. Penasaran, setelah di kantor aku search lirik lagu munajat cinta, nih liriknya :
Malam ini, ku sendiri,
tak ada yang, menemani,
seperti malam-malam,
yang sudah, sudah
Hati ini, selalu sepi,
tak ada yang, menghiasi,
seperti cinta ini,
yang s’lalu, pupus
[Chorus:]
Tuhan kirimkanlah aku,
kekasih yang, baik hati,
yang mencintai aku,
apa adanya
Mawar ini, semakin layu,
tak ada yang, memiliki,
seperti, aku ini,
semakin, pupus
Setelah membaca lirik ini, aku agak ngeh… soalnya semalam itu acara perpisahan karo. Ya… mungkin terharu kehilangan Karo yang baik hati, dan takut mendapat karo yang ‘tidak baik hati’, jadinya nangis… weleh .. weleh …
mistik, islam dan science
ini gejala apa?
saat ini banyak umat islam yang tidak tahu apa yang dilakukan. Contohnya berdo’a. Dengan bekal, bahwa Allah akan mengabulkan do’a hambaNYA, maka sikap berdo’apun tidak lagi diperhatikan. Toh, Tuhan kan Maha Tahu…
Inilah manusia…
Sebagian lagi, memilah dan milih doa untuk keperluan tertentu.
Ibaratnya doa sebuah mantra,
inginnya begitu diucapkan, langsung terwujud.
Sunguh ini masalah yang serius bagi ummat islam.
Doa disamakan dengan mantra,
sebuah bentuk paham mistik yang dikemas dengan baju islam
doa harus manjur
doa yang dikabulkan adalah realisasi yang sama dengan ucapan doa
coba bayangkan
bila ada tiga orang calon gubernur berdoa agar dia menang.
apa yang terjadi?
tidak mungkin kan?
Jadi pasti ‘ada doanya yang tidak dikabulkan’
Lho, kok Allah tidak mengabulkan doa.
Sahabat,
Rasulullah mengajarkan kita berdoa kepada Allah, bukan untuk dikabulkan,
tapi sebagai jalan, agar kita dekat dengan Allah.
Karena itu, persyaratan berdoapun harus dipenuhi,
misalnya makan dari makanan yang halal.
Sungguh islam mengajarkan ahlak yang mulia, bukan mengajrkan mantra berdo’a
Gejala lain,
mempercayai adanya kemanjuran dari air yang diberi doa,
semula kepercayaan ini tumbuh pada kalangan masyarakat yang kurang berpendidikan
sekarang merambah kepada orang-orang yang dikatakan terpelajar,
berbagai argumen dikemukakan,
bahwa dengan bukti-bukti science, bahwa air yang diperlakukan dengan baik memberikan manfaatkan bagi peminumnya.
Mereka telah menafikan adanya Allah,
Sungguh islam mengajari ahlak yang mulia, mari kita berislam dengan kaffah, tidak terpengaruh oleh tuhan-tuhan yang menyesatkan, seperti mistik dan science.
bandung,mei 2008
malam tahajjud
sungguh malam ini adalah malam yang terakhir,
besok aku akan pergi
tinggalkan rumah ini
agar tak berat beban yang ada di hati
sungguh perasaan ini selalu datang tiap malam
malam ini adalah malam yang kesekian kali aku rasakan
tapi tak juga kudapati malam yang terakhir
tapi juga tak kujumpai malam yang kemarin
hujan di luar kudengar bagaikan alunan petikan kecapi
suara katak seakan bertasbih mengiringi kematian
lampu kristal bergoyang mengeluarkan suara gemerincing
sebentar lagi larut malam akan sampai
dingin malam dan basahnya terpaan angin
mengiringi langkahku ke arah cucuran air
kubasuh mukaku
kuingin bersujud dihadapanMU
Ya Rabbi,
Tuhan yang menguasai nafsu ini
Betapa serakah aku, terlalu banyak mauku
belum ada yang kuperbuat untuk yang lain
badan sudah letih dan layu
Besok aku akan pergi
ke suatu tempat yang sangat jauh
apakah bekal sudah penuh
tak tahu, apa yang nanti terjadi
jarum jam belum juga beranjak
kuangkat muka menengadah ke langit
mengharap ada ilham dan kedamaian
dan curahan rahmat dilubuk hati
malam ini malam terakhir,
malam yang mulia
malam yang tak kembali
malam-malam dimana hati gelisah
bandung-april 2008
aku dan istriku
Seperti keluarga yang lain, aku dan istriku tinggal di rumah yang menjadi sorga bagi kami berdua, anak-anak, keponakan, pembantu dan Saudara-saudaraku. Di rumah itu banyak kegiatan, ada masak, nyuci, nyapu, ngepel, berkebun, bersihkan mobil, membaca, main piano, dengerin musik, nonton tivi dan ribuan atau bahkan jutaan jenis kegiatan lagi. Itulah gambaran sorga di rumah. Dan ternyata …. kemudian aku rasakan bahwa sorga itu bukanlah kata benda, tetapi kata sifat.
Tinggal di rumah yang mempunyai sifat sorga, penghuninya akan merasa tentram, nyaman, aman , enjoy, bebas berkreasi dan berbagai kenikmatan lainnya. Begitupun aku dan istriku, apa yang kurasakan bagaikan tinggal di sorga. Di rumah ini, aku bisa chatting, bisa ngurus bunga, dengerin musik dan seribu kegiatan lainnya – the place and the time to refresh !!!
Sebenarnya bukan itu saja yang membuat aku merasa di sorga. Aku dan istriku sering dijadikan contoh bagi orang lain, tetangga, saudara, ponakan dan sebagainya.
Setidaknya sudah dua orang ponakanku yang merefer kepada aku untuk menentukan calon suami. Ingin hidup seperti Om dan Tante …katanya.
Ada lagi kisah tentang perjalanan haji. Selama ini orang di tempat tinggalku, kalau mau berangkat haji selalu mengadakan selamatan besar-besaran, layaknya orang mau mantu. Tapi aku dan istriku berpendapat lain, berangkat haji cukup ngadakan pengajian seperti pengajian rutin yang diselenggarakan di RT-ku. Wah rupanya responnya banyak, dan ini malah dijadikan model bagi yang akan berangkat haji para tetanggaku.
Lain lagi dengan saudara-sauadaraku, mereka memandang aku adalah keluarga yang serba berkecukupan, tak pernah susah, segala impian menjadi kenyataan. Alhamdulillah, ya Allah, kenikmatan ini semua adalah karunia dari Engkau ya Allah.
>>>>>buat istriku yang setia mendampingiku dalam kehidupan yang penuh perjuangan,…>>> terima kasih yang tak terhingga, semoga pengorbananmu mendapat balasan dari Allah SWT dengan sorga jannatun na’im.. Amin
-
Terkini
-
Taut
-
Arsip
- Februari 2009 (2)
- Oktober 2008 (1)
- Agustus 2008 (1)
- Juni 2008 (1)
- Mei 2008 (3)
- April 2008 (4)
- Maret 2008 (2)
- Februari 2008 (1)
- Januari 2008 (3)
- Desember 2007 (1)
- November 2007 (1)
- Oktober 2007 (2)
-
Kategori
-
RSS
RSS Entri
Komentar RSS