titik air mata
sebuah tangisan mungkin tidak terlalu kupedulikan
namun sebutir air mata yang menitik dari mata yang sayu
jatuh pada pipi yang memerah
mengisyaratkan sebuah perasaan yang dalam dan sendu
ribuan titik barangkali tak terlalu berarti bagiku
namun sebuah titik yang terpatri di hati yang merindu
yang bertemu dengan sebuah harapan
bagaikan sinar matahari yang tak pernah padam
jalan ini mungkin tak pernah kubayangkan
jalan ini mungkin tak pernah ada
jalan ini mungkin tak pernah diperhatikan
namun titik-titik air mata telah menorehkan sejuta tanda
menuju tempat yang sangat dirindukan semua orang
sorga
ketika semua amal tak lagi bermakna
ketika harapan tak lagi sampai
ketika dosa kian menumpuk
sebutir titik air mata di pelupuk mata menjadi penyelamat
di situlah letak kebahagiaan
di situlah letak rahmat Allah
kuberserah diri di keheningan malam yang sunyi
munajat cinta
Ketika aku membaca undangan di sebuah hotel bintang tiga, ada acara munajat karo. Aku nggak tahu, apa maksudnya. Jadinya penasaran, dan semangat datang. Kebetulan aku datang agak awal, jadi sempat bincang-bincang dengan teman yang lebih dulu datang. Tapi tidak ada yang tahu persis apa maksud dari munajat karo.
Ketika acara sudah dimulai, aku simak acara lebih serius. Takut kehilangan momen munajat karo…. Dan ketika sesi acara itu tiba, terdengar alunan lagu Munajat Cinta yang biasanya dinyanyikan oleh The Rock. Lho, apa hubungannya?.
Dan yang lebih penasaran lagi, pada saat penyanyi melantunkan lagu itu, sebagian ada yang menangis. Wah apa pula ini ?.
Aku memang tidak begitu paham dengan lirik lagu tersebut, jadi ngeliat ada orang yang menangis sambil menyanyi – jadi lucu aja. Penasaran, setelah di kantor aku search lirik lagu munajat cinta, nih liriknya :
Malam ini, ku sendiri,
tak ada yang, menemani,
seperti malam-malam,
yang sudah, sudah
Hati ini, selalu sepi,
tak ada yang, menghiasi,
seperti cinta ini,
yang s’lalu, pupus
[Chorus:]
Tuhan kirimkanlah aku,
kekasih yang, baik hati,
yang mencintai aku,
apa adanya
Mawar ini, semakin layu,
tak ada yang, memiliki,
seperti, aku ini,
semakin, pupus
Setelah membaca lirik ini, aku agak ngeh… soalnya semalam itu acara perpisahan karo. Ya… mungkin terharu kehilangan Karo yang baik hati, dan takut mendapat karo yang ‘tidak baik hati’, jadinya nangis… weleh .. weleh …
mistik, islam dan science
ini gejala apa?
saat ini banyak umat islam yang tidak tahu apa yang dilakukan. Contohnya berdo’a. Dengan bekal, bahwa Allah akan mengabulkan do’a hambaNYA, maka sikap berdo’apun tidak lagi diperhatikan. Toh, Tuhan kan Maha Tahu…
Inilah manusia…
Sebagian lagi, memilah dan milih doa untuk keperluan tertentu.
Ibaratnya doa sebuah mantra,
inginnya begitu diucapkan, langsung terwujud.
Sunguh ini masalah yang serius bagi ummat islam.
Doa disamakan dengan mantra,
sebuah bentuk paham mistik yang dikemas dengan baju islam
doa harus manjur
doa yang dikabulkan adalah realisasi yang sama dengan ucapan doa
coba bayangkan
bila ada tiga orang calon gubernur berdoa agar dia menang.
apa yang terjadi?
tidak mungkin kan?
Jadi pasti ‘ada doanya yang tidak dikabulkan’
Lho, kok Allah tidak mengabulkan doa.
Sahabat,
Rasulullah mengajarkan kita berdoa kepada Allah, bukan untuk dikabulkan,
tapi sebagai jalan, agar kita dekat dengan Allah.
Karena itu, persyaratan berdoapun harus dipenuhi,
misalnya makan dari makanan yang halal.
Sungguh islam mengajarkan ahlak yang mulia, bukan mengajrkan mantra berdo’a
Gejala lain,
mempercayai adanya kemanjuran dari air yang diberi doa,
semula kepercayaan ini tumbuh pada kalangan masyarakat yang kurang berpendidikan
sekarang merambah kepada orang-orang yang dikatakan terpelajar,
berbagai argumen dikemukakan,
bahwa dengan bukti-bukti science, bahwa air yang diperlakukan dengan baik memberikan manfaatkan bagi peminumnya.
Mereka telah menafikan adanya Allah,
Sungguh islam mengajari ahlak yang mulia, mari kita berislam dengan kaffah, tidak terpengaruh oleh tuhan-tuhan yang menyesatkan, seperti mistik dan science.
bandung,mei 2008
-
Terkini
-
Tautan
-
Arsip
- Februari 2009 (2)
- Oktober 2008 (1)
- Agustus 2008 (1)
- Juni 2008 (1)
- Mei 2008 (3)
- April 2008 (4)
- Maret 2008 (2)
- Februari 2008 (1)
- Januari 2008 (3)
- Desember 2007 (1)
- November 2007 (1)
- Oktober 2007 (2)
-
Kategori
-
RSS
RSS Entri
Komentar RSS