kabut di cipanas
ketika malam ini berlalu tanpa dirimu
ada rasa yang hilang ketika kulihat sekelilingku
kabut tebal menyelimuti perjalanan
tiada suara kecuali gemuruh hati penuh penantian
malam ini terasa sunyi
namun hatiku terdengar gemuruh
ada kasih yang sangat kurindu
di bawah bayang-bayang asa yang mengisi hati
cipanas, malam ini berselimut kabut tebal
ada rasa rindu yang terukir di awal delapan puluhan
sekian tahun dirimu hadir dalam bayang
kau yang kurindu, menjelmalah sayang
malam ini aku rindu
malam ini aku rindu kepadamu,
wahai wanita yang kucinta….
guratan senyummu masih terbayang di mataku, sayangku
tutur katamu masih terngiang di telingaku, manisku
detak langkahmu masih bergetar di hatiku, pujaanku
semua pesonamu menjadi darah segar bagiku
malam ini aku rindu kepadamu,
cbn, agustus 2008
sebuah ibrah
Semalam aku melayat seorang sahabat yang meninggal dunia karena penyakit leukemia yang sudah dideritanya entah berapa lama. Begitupun dengan sikapnya yang masih setia tidak menikah, hingga kematiannya merupakan sikap yang mengharukan. Apakah ini sebuah idealisme ataukah pasrah pada takdir Ilahi.
Aku sempat termenung begitu mendengar kematiannya, segera aku ke ruang mayat di sebuah rumah sakit. Sudah banyak pelayat yang datang, dan akupun sempat melihat wajahnya yang putih pucat, sebuah tanda kematian dan kepasrahan selama hidup.
Pertama kali aku kenal dia tahun 1980 ketika sama-sama menginjakkan kaki di Kampus Telkom, dan persahabatanku semakin intim, ketika aku menjabat sebagai ketua organisasi kampus dan dia menjadi sekretaris. Puncaknya adalah sepucuk surat yang kuterima sebagai ungkapan hati kala itu. Apakah ada sebuah idealisme ataukah sebuah harapan, bahwa takdir hendak kurobah. Walaupun keakrabanku dengan dia sebuah sejarah, dan sepucuk surat itupun tidak pernah kubalas, hari ini patut kumerenung dan patut pula aku bersedih.
Hari ini, mungkin sebuah penantian panjang bagi dia akan sebuah cita-cita yang dipendamnya. Sikapnya yang periang dan supel telah menghapuskan masa-masa lalu, dia begitu akrab dengan istriku, begitu manja ketika bercerita masa lalu. Dan seakan tidak pernah ada derita yang dirasakan, lahir maupun batin.
Selamat jalan sahabatku,semoga Allah menerima segala amal baikmu.
bandung, 30 Juni 2008
titik air mata
sebuah tangisan mungkin tidak terlalu kupedulikan
namun sebutir air mata yang menitik dari mata yang sayu
jatuh pada pipi yang memerah
mengisyaratkan sebuah perasaan yang dalam dan sendu
ribuan titik barangkali tak terlalu berarti bagiku
namun sebuah titik yang terpatri di hati yang merindu
yang bertemu dengan sebuah harapan
bagaikan sinar matahari yang tak pernah padam
jalan ini mungkin tak pernah kubayangkan
jalan ini mungkin tak pernah ada
jalan ini mungkin tak pernah diperhatikan
namun titik-titik air mata telah menorehkan sejuta tanda
menuju tempat yang sangat dirindukan semua orang
sorga
ketika semua amal tak lagi bermakna
ketika harapan tak lagi sampai
ketika dosa kian menumpuk
sebutir titik air mata di pelupuk mata menjadi penyelamat
di situlah letak kebahagiaan
di situlah letak rahmat Allah
kuberserah diri di keheningan malam yang sunyi
malam tahajjud
sungguh malam ini adalah malam yang terakhir,
besok aku akan pergi
tinggalkan rumah ini
agar tak berat beban yang ada di hati
sungguh perasaan ini selalu datang tiap malam
malam ini adalah malam yang kesekian kali aku rasakan
tapi tak juga kudapati malam yang terakhir
tapi juga tak kujumpai malam yang kemarin
hujan di luar kudengar bagaikan alunan petikan kecapi
suara katak seakan bertasbih mengiringi kematian
lampu kristal bergoyang mengeluarkan suara gemerincing
sebentar lagi larut malam akan sampai
dingin malam dan basahnya terpaan angin
mengiringi langkahku ke arah cucuran air
kubasuh mukaku
kuingin bersujud dihadapanMU
Ya Rabbi,
Tuhan yang menguasai nafsu ini
Betapa serakah aku, terlalu banyak mauku
belum ada yang kuperbuat untuk yang lain
badan sudah letih dan layu
Besok aku akan pergi
ke suatu tempat yang sangat jauh
apakah bekal sudah penuh
tak tahu, apa yang nanti terjadi
jarum jam belum juga beranjak
kuangkat muka menengadah ke langit
mengharap ada ilham dan kedamaian
dan curahan rahmat dilubuk hati
malam ini malam terakhir,
malam yang mulia
malam yang tak kembali
malam-malam dimana hati gelisah
bandung-april 2008
Pemimpin
Sore ini, ketika aku pulang kantor, kudengar di radio sedang diadakan diskusi tentang PILKADA. Memang di Jabar saat ini sedang dilakukan proses pemilihan Gubernur. Ada tiga calon Gubernur yang akan dipilih. Persoalan yang mengemuka adalah, kenapa Gubernur tersebut mau mengajukan diri untuk dipilih menjadi Pemimpin.
Tidak seperti biasanya, aku begitu trenyuh mendengar pembicaraan tersebut. Ya,kenapa pemimpin di negeri ini harusmengajukan diri untuk dipilih. Bukankah Islam melarang untuk ‘pamer’ agar dipilih menjadi pemimpin. PILKADA inimalah mengharuskan calon pemimpin mengumbar janji, menarik simpati, menonjolkan diri. Dunia apa ini.
Set back, kemudian sepanjang pembicaraan tersebut, air mataku terus mengalir. Tak kuasa aku membendung kesedihan ini. Ya, kenapa pemimpin harusmenonjolkan diri, ini kesalahan kolekstif yang jauh dari islami. Kesedihanku semakin dalam,ketika kuingat diriku.Laki-laki adalah pemimpin bagi wanita. Aku seorang kepala rumah tangga. Apakah saat ini aku sudah menjadi pemimpin?
Aku bersyukur pada Allah, bahwa aku mempunyai istri yang saat ini menjadi pendamping hidupku. Aku menikah dengannya dengan pinangan yang islami. Alhamdulillah, aku dihindarkan dari rasa dan nafsu angkara.
Kemudian aku berandai-andai, dalam perjalanan hidup ini, mungkin aku ditakdirkan menjadi pemimpin bagi istri dan anak-anakku. Seandainya istriku bukan yang sekarang,mungkin aku tidakbisa menjadi pemimpin. Aku coba mengukur diriku, mungkin aku terlalu mencintai seseorang, tetapi mungkin Allah lebih tahu tentang diriku, aku tak mungkin menjadi pemimpin baginya.Mungkin aku terlalu lemah,terlalu mencintai dan akhirnya tidak bisa berbuat apa-apa.
sebuah renungan … mencari pendamping hidup…
– MBF : ty (soulmate?), she, hw, sn ..
senyum
Kisah tentang senyum ternyata tidak terlepas dari peradaban manusia.
Monalisa, sebuah lukisan yang membuat orang kagum dengan pelukisnya.
Senyuman Roro Jonggrang yang membuat patung tersebut terpaksa diamputasi.
Senyum adalah sodaqoh, demikian Rasulullah bersabda.
Hari ini, tak kusangka aku mendapati sebuah senyum yang membuat dadaku berdebar. Mungkin dulu aku pernah mengaguminya, tapi kemudian lupa karena termakan zaman dan peradaban manusia.
Tak ada kata yang lebih Indah : Alhamdulillah…
Apakah ini sorga ??
kurnia
Siluet wajah lembut
Menari-nari di pelupuk mataku
Menebar senyum mesra damaikan sukmaku
Gusti sungguh indah kurniaMU
Ketika mata bidadari itu mengerjap
Bunga-bunga luruh berguguran
Malu…tak sanggup tandingi anggunmu
Gusti inikah kurnia untukku?
Jerat-jerat peri kahyangan
Tlah lumpuhkan sayap egoku
Hempaskan hasratku ke padang cinta putih tak bertepi
Gusti, terima kasih
akhirnya kutemukan kurniaku
courtesy ti2k
matahari
Jika matahari masih bersinar
Niscaya harap itu ada
Jika bulan masih bercahya
Niscaya asa dalam genggam
Jika bintang masih berkelip
Sukses bukan keniscayaan
Jika matahari terhalang mendung
Pertanda rahmat akan datang
basahi bumi kering, basahi jiwa kosong
Jika bulan tak lagi nampak
Pertanda esok ada bulan baru,
harap baru, hidup baru
Jika bintang tak lagi berkedip
Pertanda cahaya terang telah menggantikan
Mengeluarkan pencari kebenaran dari kegelapan.
Ada dan tiada…selalu fana, namun
Alam memang untuk ditadaburi
Karena rahmat Tuhan tak pernah putus
Sungguh pantaskah ingkar nikmatNYA?
Rabbi, Engkaulah Sang Pemelihara,
Maafkan kedunguan ini…
TI2K
—- courtesy to mybestfriend—-
titik
ini adalah dimensi satu,
alam semesta ini tercipta dari satu titik,
belum ada waktu, belum ada ruang, belum ada bidang,
semuanya masih satu
ketika titik sudah tidak ada lagi, ketika alam ini berkembang dan terus berkembang, maka terjadilah ribuan titik, bahkan jutaan titik. Mungkin dari sinilah kita mengenal bahwa titik merupakan pusat. Kini kita mengenal kata yang berawal dari titik :
titik api tempat asal muasal api
titik noda, nama lagu yang populer di tahun 70-an
titik berat, pusat keseimbangan
titik koma, ini tanda baca ; gunanya untuk apa ya ???
titik dua, ini juga tanda baca, biasanya digunakan untuk merinci sesuatu, misal :
titik nol, awal mula
titik balik, biasanya digunakan untuk merenungi kehidupan.
titik putih, …. panu kali ya???
titik (x,y), ini pelajaran geometri…
titik temu, biasanya untuk istilah dua entitas yang berseberangan
titik titik, artinya isi sendiri atau isilah dengan jawaban yang benar!
ti2k biasanya dibaca titik
ada beberapa turunan dari titik, antara lain titiek, tatik, wati, narti, …. de el el..
-
Terkini
-
Tautan
-
Arsip
- Februari 2009 (2)
- Oktober 2008 (1)
- Agustus 2008 (1)
- Juni 2008 (1)
- Mei 2008 (3)
- April 2008 (4)
- Maret 2008 (2)
- Februari 2008 (1)
- Januari 2008 (3)
- Desember 2007 (1)
- November 2007 (1)
- Oktober 2007 (2)
-
Kategori
-
RSS
RSS Entri
Komentar RSS