kabut di cipanas
ketika malam ini berlalu tanpa dirimu
ada rasa yang hilang ketika kulihat sekelilingku
kabut tebal menyelimuti perjalanan
tiada suara kecuali gemuruh hati penuh penantian
malam ini terasa sunyi
namun hatiku terdengar gemuruh
ada kasih yang sangat kurindu
di bawah bayang-bayang asa yang mengisi hati
cipanas, malam ini berselimut kabut tebal
ada rasa rindu yang terukir di awal delapan puluhan
sekian tahun dirimu hadir dalam bayang
kau yang kurindu, menjelmalah sayang
titik air mata
sebuah tangisan mungkin tidak terlalu kupedulikan
namun sebutir air mata yang menitik dari mata yang sayu
jatuh pada pipi yang memerah
mengisyaratkan sebuah perasaan yang dalam dan sendu
ribuan titik barangkali tak terlalu berarti bagiku
namun sebuah titik yang terpatri di hati yang merindu
yang bertemu dengan sebuah harapan
bagaikan sinar matahari yang tak pernah padam
jalan ini mungkin tak pernah kubayangkan
jalan ini mungkin tak pernah ada
jalan ini mungkin tak pernah diperhatikan
namun titik-titik air mata telah menorehkan sejuta tanda
menuju tempat yang sangat dirindukan semua orang
sorga
ketika semua amal tak lagi bermakna
ketika harapan tak lagi sampai
ketika dosa kian menumpuk
sebutir titik air mata di pelupuk mata menjadi penyelamat
di situlah letak kebahagiaan
di situlah letak rahmat Allah
kuberserah diri di keheningan malam yang sunyi
-
Terkini
-
Tautan
-
Arsip
- Februari 2009 (2)
- Oktober 2008 (1)
- Agustus 2008 (1)
- Juni 2008 (1)
- Mei 2008 (3)
- April 2008 (4)
- Maret 2008 (2)
- Februari 2008 (1)
- Januari 2008 (3)
- Desember 2007 (1)
- November 2007 (1)
- Oktober 2007 (2)
-
Kategori
-
RSS
RSS Entri
Komentar RSS