Krisis Global
Kapitalisme kini ibarat senjata makan tuan, tak lagi jinak dan terkendali. Maha benar Allah yang mengharamkan riba, dan memerintahkan menyuburkan sodaqoh. Sistem ekonomi yang dulu dibanggakan karena bisa ‘menyejahterakan’ masyarakat kini mulai memakan korban. Orang kaya tiba-tiba miskin, pialang saham tiba-tiba kehilangan pekerjaan, bank besar tiba-tiba kekurangan uang. Harga minyak yang sempat melambung jauh tiba-tiba terjun bebas. Pakaian, sepatu dan barang-barang elektronik tiba-tiba membludak di pasar. Dan orang-orang hanya melihat, tak ingin membeli.
Ibarat perahu nabi Nuh, kini ekonomi kapitalisme sudah menunjukkan gejolak sangat dahsyat. Arus dolar tiba-tiba berbalik arah, kembali ke muaranya. Dolar yang dulu dibanggakan, kini sudah mulai menghilang, untuk mengisi pundi-pundi bank amerika. Dan arus dolar ini menyeret rupiah yang dimiliki orang-orang kaya. Uang tiba-tiba menjadi musibah.
Perahu Nabi Nuh hanya untuk orang-orang yang percaya kepada pembuatnya, tidak untuk orang yang menentangnya. Kini ekonomi kapitalis ibarat air bah yang menghancurkan dan menenggelamkan apa saja, spekulan, pedagang, bankir, orang-orang yang bermain saham, perusahaan garmen, perusahaan sepatu, barang elektronik dan developer rumah. Perusahaan-perusahaan ini tiba-tiba mulai runtuh satu persatu. Pegawai atau karyawan mulai dirumahkan, dan pengangguran mulai merangkak naik. Akankah orang-orang ini akan tenggelam, seperti banjir jaman Nabi Nuh?
Suburkan sodaqoh, janganlah memakan riba. Sungguh ini adalah kapal Nabi Nuh yang akan menyelamatkan orang yang mempercayainya. Insya Allah.
munajat cinta
Ketika aku membaca undangan di sebuah hotel bintang tiga, ada acara munajat karo. Aku nggak tahu, apa maksudnya. Jadinya penasaran, dan semangat datang. Kebetulan aku datang agak awal, jadi sempat bincang-bincang dengan teman yang lebih dulu datang. Tapi tidak ada yang tahu persis apa maksud dari munajat karo.
Ketika acara sudah dimulai, aku simak acara lebih serius. Takut kehilangan momen munajat karo…. Dan ketika sesi acara itu tiba, terdengar alunan lagu Munajat Cinta yang biasanya dinyanyikan oleh The Rock. Lho, apa hubungannya?.
Dan yang lebih penasaran lagi, pada saat penyanyi melantunkan lagu itu, sebagian ada yang menangis. Wah apa pula ini ?.
Aku memang tidak begitu paham dengan lirik lagu tersebut, jadi ngeliat ada orang yang menangis sambil menyanyi – jadi lucu aja. Penasaran, setelah di kantor aku search lirik lagu munajat cinta, nih liriknya :
Malam ini, ku sendiri,
tak ada yang, menemani,
seperti malam-malam,
yang sudah, sudah
Hati ini, selalu sepi,
tak ada yang, menghiasi,
seperti cinta ini,
yang s’lalu, pupus
[Chorus:]
Tuhan kirimkanlah aku,
kekasih yang, baik hati,
yang mencintai aku,
apa adanya
Mawar ini, semakin layu,
tak ada yang, memiliki,
seperti, aku ini,
semakin, pupus
Setelah membaca lirik ini, aku agak ngeh… soalnya semalam itu acara perpisahan karo. Ya… mungkin terharu kehilangan Karo yang baik hati, dan takut mendapat karo yang ‘tidak baik hati’, jadinya nangis… weleh .. weleh …
mistik, islam dan science
ini gejala apa?
saat ini banyak umat islam yang tidak tahu apa yang dilakukan. Contohnya berdo’a. Dengan bekal, bahwa Allah akan mengabulkan do’a hambaNYA, maka sikap berdo’apun tidak lagi diperhatikan. Toh, Tuhan kan Maha Tahu…
Inilah manusia…
Sebagian lagi, memilah dan milih doa untuk keperluan tertentu.
Ibaratnya doa sebuah mantra,
inginnya begitu diucapkan, langsung terwujud.
Sunguh ini masalah yang serius bagi ummat islam.
Doa disamakan dengan mantra,
sebuah bentuk paham mistik yang dikemas dengan baju islam
doa harus manjur
doa yang dikabulkan adalah realisasi yang sama dengan ucapan doa
coba bayangkan
bila ada tiga orang calon gubernur berdoa agar dia menang.
apa yang terjadi?
tidak mungkin kan?
Jadi pasti ‘ada doanya yang tidak dikabulkan’
Lho, kok Allah tidak mengabulkan doa.
Sahabat,
Rasulullah mengajarkan kita berdoa kepada Allah, bukan untuk dikabulkan,
tapi sebagai jalan, agar kita dekat dengan Allah.
Karena itu, persyaratan berdoapun harus dipenuhi,
misalnya makan dari makanan yang halal.
Sungguh islam mengajarkan ahlak yang mulia, bukan mengajrkan mantra berdo’a
Gejala lain,
mempercayai adanya kemanjuran dari air yang diberi doa,
semula kepercayaan ini tumbuh pada kalangan masyarakat yang kurang berpendidikan
sekarang merambah kepada orang-orang yang dikatakan terpelajar,
berbagai argumen dikemukakan,
bahwa dengan bukti-bukti science, bahwa air yang diperlakukan dengan baik memberikan manfaatkan bagi peminumnya.
Mereka telah menafikan adanya Allah,
Sungguh islam mengajari ahlak yang mulia, mari kita berislam dengan kaffah, tidak terpengaruh oleh tuhan-tuhan yang menyesatkan, seperti mistik dan science.
bandung,mei 2008
aku dan istriku
Seperti keluarga yang lain, aku dan istriku tinggal di rumah yang menjadi sorga bagi kami berdua, anak-anak, keponakan, pembantu dan Saudara-saudaraku. Di rumah itu banyak kegiatan, ada masak, nyuci, nyapu, ngepel, berkebun, bersihkan mobil, membaca, main piano, dengerin musik, nonton tivi dan ribuan atau bahkan jutaan jenis kegiatan lagi. Itulah gambaran sorga di rumah. Dan ternyata …. kemudian aku rasakan bahwa sorga itu bukanlah kata benda, tetapi kata sifat.
Tinggal di rumah yang mempunyai sifat sorga, penghuninya akan merasa tentram, nyaman, aman , enjoy, bebas berkreasi dan berbagai kenikmatan lainnya. Begitupun aku dan istriku, apa yang kurasakan bagaikan tinggal di sorga. Di rumah ini, aku bisa chatting, bisa ngurus bunga, dengerin musik dan seribu kegiatan lainnya – the place and the time to refresh !!!
Sebenarnya bukan itu saja yang membuat aku merasa di sorga. Aku dan istriku sering dijadikan contoh bagi orang lain, tetangga, saudara, ponakan dan sebagainya.
Setidaknya sudah dua orang ponakanku yang merefer kepada aku untuk menentukan calon suami. Ingin hidup seperti Om dan Tante …katanya.
Ada lagi kisah tentang perjalanan haji. Selama ini orang di tempat tinggalku, kalau mau berangkat haji selalu mengadakan selamatan besar-besaran, layaknya orang mau mantu. Tapi aku dan istriku berpendapat lain, berangkat haji cukup ngadakan pengajian seperti pengajian rutin yang diselenggarakan di RT-ku. Wah rupanya responnya banyak, dan ini malah dijadikan model bagi yang akan berangkat haji para tetanggaku.
Lain lagi dengan saudara-sauadaraku, mereka memandang aku adalah keluarga yang serba berkecukupan, tak pernah susah, segala impian menjadi kenyataan. Alhamdulillah, ya Allah, kenikmatan ini semua adalah karunia dari Engkau ya Allah.
>>>>>buat istriku yang setia mendampingiku dalam kehidupan yang penuh perjuangan,…>>> terima kasih yang tak terhingga, semoga pengorbananmu mendapat balasan dari Allah SWT dengan sorga jannatun na’im.. Amin
Tentang Cinta
Suatu energi yang sangat besar yang bisa merubah orang biasa menjadi luar biasa.
Konon karya-karya besar lahir dari rasa cinta……
Namun cinta apa yang begitu dahsyat ? adakah istilah berikut cocok ?
- Cinta Sejati
- Cinta Fitri
- Cinta Suci
- Cinta yang Tulus
- Cinta Abadi
- Cinta …..
Iwan Fals dengan
http://www.youtube.com/watch?v=niePxaXV6Vo
Norah Jones dengan come away with me :
Come away with me in the night
Come away with me
And I will write you a song Come away with me on a bus Come away where they can’t tempt us With their lies I want to walk with you On a cloudy day In fields where the yellow grass grows knee-high So won’t you try to come Come away with me and we’ll kiss On a mountaintop Come away with me And I’ll never stop loving you And I want to wake up with the rain Falling on a tin roof While I’m safe there in your arms So all I ask is for you To come away with me in the night Come away with me
Sumpah Pemuda
Kenapa pengakuan satu bahasa, bangsa dan tanah air Indonesia disebut sebagai sumpah pemuda, suer saya tidak terlalu tahu, kecuali membaca sejarah bahwa ucapan itu keluar dari suatu konggres pemuda tahun 1928. Tahun ini juga muncul sumpah pemuda 2007 yang mencetuskan kaum muda tampil jadi pemimpin.
Ketika pertama kali mendengar, saatnya kaum muda memimpin, yang terbayangkan bukan karakter kaum mudanya, tapi karakter pemimpinnya. Atas prestasi apa kaum muda mau jadi pemimpin, dan siapa yang harus dipimpin?. Masih gelap, bahkan ini lebih gelap dari pemilu. Apa ini ungkapan dari ketidak berdayaan kaum muda?. Mungkin jawabannya tidak, karena kaum muda lebih agresif dan memiliki darah segar. Atau ini ungkapan rasa jengkel terhadap negeri ini?. Mungkin juga tidak, karena terlalu banyak orang yang jengkel yang tidak bisa dipilah stratanya.
Tapi sumpah pemuda 2007 sudah menjadi catatan dihari 28 Oktober 2007, apapun bentuk, motivasi dan skalanya. Ini mungkin bisa menjadi setitik harapan akan muncul pemimpin masa depan. Tapi kita juga mungkin menjadi pesimis, ketika melihat para pemuda hanya bersatu ketika mereka tidak memimpin dan menjadi musuh ketika masing-masing kelompok pemuda itu memiliki kekuasaan.
Dari ungkapan “saatnya kaum muda memimpin“, terlihat adanya gelora semangat untuk menunjukkan kekuatannya dan terasa meremehkan yang lain. Saatnya, membuktikan motivasi apa yang mendasari keinginan untuk memimpin, bukan merubah.
Motivasi untuk Maju
Kita sering mendengar kalau bangsa Indonesia termasuk bangsa yang terbelakang. Saya tidak tahu apakah pernyataan tersebut benar atau tidak. Tetapi marilah kita perhatikan keadaan sekeliling kita, kemudian bertanya apakah kita layak menyandang bangsa yang maju?
Mari kita tengok perjalanan rutin dari rumah ke kantor. Ketika kita membuka pintu pagar, kita bertemu dengan tetangga kita, sudahkah kita mengucapkan salam, apa kabar, dan saling mendo’akan? Pernahkan kita dengan tulus mengucapkan saya senang bertemu Anda hari ini, semoga hari ini menjadi hari yang sukses untuk Anda?. Kalaupun belum sepenuhnya tulus, lantas berapa % kita menilai ketulusan kita pagi ini?.
Ketika kita masuk mobil, adakah perasaan bahwa mobil kita cukup bagus untuk saya, sedangkan mobil tetangga agak butut, sehingga dengan bangga kita duduk di belakang setir? Apa yang kita lakukan dengan perasaan ini? Kita juga cukup yakin bahwa mesin mobil masih dalam kondisi baik. Apa yang kita perbuat dengan kondisi ini?.
Ketika kita melewati jalan sekitar kompleks, mungkin kita masih melihat tumpukan daun yang semalam jatuh, masih berserakan di jalan yang kita lalui. Barangkali kita sempat mengumpat atau bergumam, kok malas orang membersihkan jalan ini. Dan ketika mobil kita sudah berada di jalan raya yang padat dengan mobil lainnya, adakah terbersit bahwa saya berhak berjalan lebih cepat dari lainnya? Barangkali orang juga akan tidak mau tahu siapa diri kita ini?.
Ketika mobil sudah sampai di kantor, adakah terbersit bahwa saya berhak mendapat tempat parkir yang baik, orang lain harus memberi kesempatan pada saya untuk mendapatkan parkir yang istimewah, dan ketika hal itu tidak terjadi, apakah kita dongkol, memaki petugas parkir tidak becus, mengumpat harusnya kantor menyediakan tempat parkir yang luas?.
Ketika kita masuk ke kantor, adakah terbersit bahwa Allah sudah menunggu di meja kita dan mengawasi pekerjaan kita? Apa yang harus kita kerjakan pagi ini, tidak ada ??? Wow, kenapa kita datang ke kantor dengan segala atributnya hanya untuk memastikan bahwa tidak ada pekerjaan ?. Wow…..
Karakter tersebut, adalah karakter orang yang pasif, lingkungan disekeliling kita yang harus merubah menyesuaikan dengan keinginan kita. Padahal Allah sudah menciptakan masalah-masalah yang memerlukan campur tangan kita, memerlukan kerja cerdas kita. Apakah kita malu? Benarkah bahwa kita memang bukan orang yang ingin maju.
Saat ini, mulai dengan langkah pertama. Tukang batu tidak akan bisa membangun gedung yang tinggi, jika tidak dimulai dengan peletakan batu pertama yang tidak kelihatan maknanya.
Hello world!
Web blog ini berisi filsafat yang kutulis dari perenungan diri sendiri dan diambil dari sumber lain.
-
Terkini
-
Tautan
-
Arsip
- Februari 2009 (2)
- Oktober 2008 (1)
- Agustus 2008 (1)
- Juni 2008 (1)
- Mei 2008 (3)
- April 2008 (4)
- Maret 2008 (2)
- Februari 2008 (1)
- Januari 2008 (3)
- Desember 2007 (1)
- November 2007 (1)
- Oktober 2007 (2)
-
Kategori
-
RSS
RSS Entri
Komentar RSS