<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
		>
<channel>
	<title>Komentar untuk B.L.O.G.  kang aGu5</title>
	<atom:link href="http://agusfikri.wordpress.com/comments/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://agusfikri.wordpress.com</link>
	<description>.... berbuat untuk beribadah ...</description>
	<lastBuildDate>Mon, 10 Aug 2009 06:06:42 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>Komentar di kembali pulang oleh dhani wisnu</title>
		<link>http://agusfikri.wordpress.com/2009/02/26/kembali-pulang/#comment-13</link>
		<dc:creator>dhani wisnu</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 10 Aug 2009 06:06:42 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://agusfikri.wordpress.com/?p=48#comment-13</guid>
		<description>mas,tulisan yang cukup unik dan bagus..saya suka membacanya,saya harap bisa menambah wawasan saya...amin.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>mas,tulisan yang cukup unik dan bagus..saya suka membacanya,saya harap bisa menambah wawasan saya&#8230;amin.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di mistik, islam dan science oleh pakhanung</title>
		<link>http://agusfikri.wordpress.com/2008/05/05/mistik-islam-dan-science/#comment-12</link>
		<dc:creator>pakhanung</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 17 Apr 2009 07:51:16 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://agusfikri.wordpress.com/?p=33#comment-12</guid>
		<description>silaturrahmi</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>silaturrahmi</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di titik air mata oleh wisnu</title>
		<link>http://agusfikri.wordpress.com/2008/05/30/titik-air-mata/#comment-10</link>
		<dc:creator>wisnu</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 21 Nov 2008 06:30:22 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://agusfikri.wordpress.com/?p=35#comment-10</guid>
		<description>salam kenal mas,ni kunjungan pertama saya ke blog ini....bagus-bagus lo puisinya....saya tunggu kunjungan baliknya....kapan-kapan saya tak main lagi..gimana kalo kita tukar link????....</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>salam kenal mas,ni kunjungan pertama saya ke blog ini&#8230;.bagus-bagus lo puisinya&#8230;.saya tunggu kunjungan baliknya&#8230;.kapan-kapan saya tak main lagi..gimana kalo kita tukar link????&#8230;.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di matahari oleh Ondhy</title>
		<link>http://agusfikri.wordpress.com/2008/03/25/matahari/#comment-9</link>
		<dc:creator>Ondhy</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 22 Sep 2008 13:49:10 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://agusfikri.wordpress.com/?p=19#comment-9</guid>
		<description>Ass.............
Membangun .... jgn puas smpai stu hrus smpai nanti?!... 
berkarya truzzzzzzzzzzzzzzzzzzz!!!!!
yukkk
argato
wass...............</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Ass&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;.<br />
Membangun &#8230;. jgn puas smpai stu hrus smpai nanti?!&#8230;<br />
berkarya truzzzzzzzzzzzzzzzzzzz!!!!!<br />
yukkk<br />
argato<br />
wass&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di titik oleh Anonim</title>
		<link>http://agusfikri.wordpress.com/2008/02/27/titik/#comment-6</link>
		<dc:creator>Anonim</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 24 Mar 2008 08:25:10 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://agusfikri.wordpress.com/?p=18#comment-6</guid>
		<description>He he &lt;strong&gt;titik&lt;/strong&gt; bisa juga jadi sebuah puisi lho (meskipun isinya ngawur...)

Ketika duka menyapa
tak terasa &lt;strong&gt;titik&lt;/strong&gt; air mata jatuh di pipi
Walau fajar telah menyingsing 
dan kemilau &lt;strong&gt;titik titik &lt;/strong&gt;embun menegakkan asa
Hati masih enggan bergeming, tuli telinga mendengar azan
&lt;strong&gt;Titik&lt;/strong&gt; cahaya terasa jauh dan samar
Diri kehilangan arah kemana mesti melangkah
Tak lagi fokus ke &lt;strong&gt;titik&lt;/strong&gt; tujuan apa yang ingin dicapai
Tapi, ...&lt;strong&gt;titik titik &lt;/strong&gt;cahaya itu tetap datang 
meski pudar dan berpendar 
tertutup  &lt;strong&gt;titik titik &lt;/strong&gt;dosa yang kian menebal

Ketika raga lelah dan waktu telah berakhir
Itulah &lt;strong&gt;titik&lt;/strong&gt; akhir hidup insan di dunia
Tersentak diri....ah merugi hidup ini
Jatuh ke &lt;strong&gt;titik&lt;/strong&gt; nadir paling rendah...neraka
Tidak... tidak 
Sebelum waktu berakhir
Jiwa...raga mesti bangkit
Menyongsong cahaya meski hanya setitik di ujung langit

Malang, --- lagi jenuh....ti2k</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>He he <strong>titik</strong> bisa juga jadi sebuah puisi lho (meskipun isinya ngawur&#8230;)</p>
<p>Ketika duka menyapa<br />
tak terasa <strong>titik</strong> air mata jatuh di pipi<br />
Walau fajar telah menyingsing<br />
dan kemilau <strong>titik titik </strong>embun menegakkan asa<br />
Hati masih enggan bergeming, tuli telinga mendengar azan<br />
<strong>Titik</strong> cahaya terasa jauh dan samar<br />
Diri kehilangan arah kemana mesti melangkah<br />
Tak lagi fokus ke <strong>titik</strong> tujuan apa yang ingin dicapai<br />
Tapi, &#8230;<strong>titik titik </strong>cahaya itu tetap datang<br />
meski pudar dan berpendar<br />
tertutup  <strong>titik titik </strong>dosa yang kian menebal</p>
<p>Ketika raga lelah dan waktu telah berakhir<br />
Itulah <strong>titik</strong> akhir hidup insan di dunia<br />
Tersentak diri&#8230;.ah merugi hidup ini<br />
Jatuh ke <strong>titik</strong> nadir paling rendah&#8230;neraka<br />
Tidak&#8230; tidak<br />
Sebelum waktu berakhir<br />
Jiwa&#8230;raga mesti bangkit<br />
Menyongsong cahaya meski hanya setitik di ujung langit</p>
<p>Malang, &#8212; lagi jenuh&#8230;.ti2k</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di hari raya 2 hari oleh aljauri</title>
		<link>http://agusfikri.wordpress.com/2007/12/19/hari-raya-2-hari/#comment-5</link>
		<dc:creator>aljauri</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 15 Jan 2008 04:42:55 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://agusfikri.wordpress.com/2007/12/19/hari-raya-2-hari/#comment-5</guid>
		<description>Gus pernyataan dan pertanyaan kamu tentang idul Adha menarik, saya jadi ingin  nimbrung!
&quot;Yang jadi masalah, kita di Indonesia ini sudah terbiasa tidak sama dengan pemerintah. Juga tidak taat juga pada ormas-ormas Islam.&quot; 
Kebiasaan tidak taat dengan pemerintah apalagi ORMAS Islam?...........Why should we?  Memang dalam beragama, yang wajib kita taati adalah : ALLAH, RASUL DAN ULIL AMRI (ORANG YANG MENGERTI SUATU PERKARA) seperti disebutkan dalam QS 4:59 “ Hai orang-orang yang beriman, ta`atilah Allah dan ta`atilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Qur`an) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya.
Benar memang pemerintah yang dalam hal ini dibantu oleh ahlinya (ulil amri) mestinya patut kita taati!  Tetapi jika kita berselisih pendapat seharusnya kita kembalikan ke Quran dan sunnah rasul.  Bagaimana suatu ritual  agama yang berpusat di Arafah  (yang dalam hal ini tentunya sesuai dengan sunnah rasul) bisa kita anulir dengan pendapat ulil amri kita!  Apakah kita tidak bisa memusatkannya dengan berkiblat ke pusatnya?

Apakah kita ini? 

Kita ini adalah umat muslim yang masih terkotak-kotak, yang lebih memikirkan perbedaan pendapat daripada bagaimana caranya agar umat muslim di seluruh dunia bersatu.  Negara maju sudah bisa menghitung kapan terjadi gerhana dan di mana sampai lamanya gerhana bahkan sampai ke detiknya!  Estimasi jarak antar planet, bahkan estimasi kapan suatu planet kiamat atau baru lahir hanya dengan melihat spektrum warna!  Kita masih engkel-engkelan metode hisab ataukan ru’yah yang paling sip...untuk menentukan bulan baru terbit.
Tidak bisa dipungkiri,  rasulullah adalah uswatun khasanah...dulu beliau sering melihat hilal sebagai penentu tetapi nggak melarang metode hisab.  Mukjizat  al Quran yang demikian dahsyat mencakup seluruh ilmu pengetahuan hanya dianggap remeh dan angin lalu...jarang dikaji kehebatannya.  Bagi umat muslim al Quran lebih dipandang keramat ‘bendanya dan huruf-hurufnya&#039; daripada hakikat dan maknanya... Jangankan dikaji...dibaca atau dipegang orang yang sedang berhaid, junub, bahkan kentut saja tidak boleh! (bagi sebagian umat muslim)... Eh jadi ngelantur, kembali ke masalah dua hari raya....

Ya, masalah perbedaan dikembalikan kepada masing-masing. Alasan utama, dalil penetapan iedul adha pada 19 atau 20 Desember sama-sama kuatnya.....

I Agree, but....tidak bisakah kita umat muslim seluruh dunia bersatu.  Bumi ini satu bulat...mestinya hilal terbit satu kali dalam sebulan (mana mungkin sih yang namanya tanggal satu dua kali)....Tidak adakah cara yang canggih seperti negara maju yang bisa menentukan gerhana 10 tahun yang akan datang dengan akurat?   Ada! hanya umat muslim senengnya engkel-engkel dan mau benar sendiri daripada bersatu melawan kekufuran!   
Panteslah kalau ada yang menyatakan kafiriin bisa tidur aman, dan mabuk karena sangat memandang remeh umat muslim selama jumlah jamaah sholat isya dan subuh belum bisa menyamai jamah sholat jum’ah...Lho apa hubungannya?  Hubungannya karena kita ini  sangat memandang rendah kekuatan kebersatuan umat...yang tentunya dimulai dengan sholat berjamaah! Padahal begitu banyak hadist rasululllah yang menyatakan pentingnya sholat berjamaah (especially for isha and subuh) ...bagi kaum laki-laki!
Lalu, apakah kita ber hari raya selama 2 hari?. Mungkin kita tidak akan mengatakan demikian, tapi dengan mengakui penetapan hari raya sama-sama benarnya, berarti kita sudah menyatakan hari raya selama 2 hari.  Ah ya nggak,  pastinya yang sholat Id Rabu mengakui hari raya Rabu sedang yang Kamis juga demikian. 

Bingung ????Ndak perlu bingung.....yang penting bagaimana kita bersatu melawan kefakiran dan kekafiran!

Jadi, puasanya kapan ?, sholat iednya kapan??, meuncit domba  qurban iraha??
Its all up to you...(depending when you celebrate Idul Adha, Qurban for me is more than how we are empathy to others and saatnya kita meuncit ego kita untuk umat)
Ini pendapat pribadi. Finally...everything we do is seeking for ridho ALLAH, so ALLAH knows best what inside our heart.
Salam,</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Gus pernyataan dan pertanyaan kamu tentang idul Adha menarik, saya jadi ingin  nimbrung!<br />
&#8220;Yang jadi masalah, kita di Indonesia ini sudah terbiasa tidak sama dengan pemerintah. Juga tidak taat juga pada ormas-ormas Islam.&#8221;<br />
Kebiasaan tidak taat dengan pemerintah apalagi ORMAS Islam?&#8230;&#8230;&#8230;..Why should we?  Memang dalam beragama, yang wajib kita taati adalah : ALLAH, RASUL DAN ULIL AMRI (ORANG YANG MENGERTI SUATU PERKARA) seperti disebutkan dalam QS 4:59 “ Hai orang-orang yang beriman, ta`atilah Allah dan ta`atilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Qur`an) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya.<br />
Benar memang pemerintah yang dalam hal ini dibantu oleh ahlinya (ulil amri) mestinya patut kita taati!  Tetapi jika kita berselisih pendapat seharusnya kita kembalikan ke Quran dan sunnah rasul.  Bagaimana suatu ritual  agama yang berpusat di Arafah  (yang dalam hal ini tentunya sesuai dengan sunnah rasul) bisa kita anulir dengan pendapat ulil amri kita!  Apakah kita tidak bisa memusatkannya dengan berkiblat ke pusatnya?</p>
<p>Apakah kita ini? </p>
<p>Kita ini adalah umat muslim yang masih terkotak-kotak, yang lebih memikirkan perbedaan pendapat daripada bagaimana caranya agar umat muslim di seluruh dunia bersatu.  Negara maju sudah bisa menghitung kapan terjadi gerhana dan di mana sampai lamanya gerhana bahkan sampai ke detiknya!  Estimasi jarak antar planet, bahkan estimasi kapan suatu planet kiamat atau baru lahir hanya dengan melihat spektrum warna!  Kita masih engkel-engkelan metode hisab ataukan ru’yah yang paling sip&#8230;untuk menentukan bulan baru terbit.<br />
Tidak bisa dipungkiri,  rasulullah adalah uswatun khasanah&#8230;dulu beliau sering melihat hilal sebagai penentu tetapi nggak melarang metode hisab.  Mukjizat  al Quran yang demikian dahsyat mencakup seluruh ilmu pengetahuan hanya dianggap remeh dan angin lalu&#8230;jarang dikaji kehebatannya.  Bagi umat muslim al Quran lebih dipandang keramat ‘bendanya dan huruf-hurufnya&#8217; daripada hakikat dan maknanya&#8230; Jangankan dikaji&#8230;dibaca atau dipegang orang yang sedang berhaid, junub, bahkan kentut saja tidak boleh! (bagi sebagian umat muslim)&#8230; Eh jadi ngelantur, kembali ke masalah dua hari raya&#8230;.</p>
<p>Ya, masalah perbedaan dikembalikan kepada masing-masing. Alasan utama, dalil penetapan iedul adha pada 19 atau 20 Desember sama-sama kuatnya&#8230;..</p>
<p>I Agree, but&#8230;.tidak bisakah kita umat muslim seluruh dunia bersatu.  Bumi ini satu bulat&#8230;mestinya hilal terbit satu kali dalam sebulan (mana mungkin sih yang namanya tanggal satu dua kali)&#8230;.Tidak adakah cara yang canggih seperti negara maju yang bisa menentukan gerhana 10 tahun yang akan datang dengan akurat?   Ada! hanya umat muslim senengnya engkel-engkel dan mau benar sendiri daripada bersatu melawan kekufuran!<br />
Panteslah kalau ada yang menyatakan kafiriin bisa tidur aman, dan mabuk karena sangat memandang remeh umat muslim selama jumlah jamaah sholat isya dan subuh belum bisa menyamai jamah sholat jum’ah&#8230;Lho apa hubungannya?  Hubungannya karena kita ini  sangat memandang rendah kekuatan kebersatuan umat&#8230;yang tentunya dimulai dengan sholat berjamaah! Padahal begitu banyak hadist rasululllah yang menyatakan pentingnya sholat berjamaah (especially for isha and subuh) &#8230;bagi kaum laki-laki!<br />
Lalu, apakah kita ber hari raya selama 2 hari?. Mungkin kita tidak akan mengatakan demikian, tapi dengan mengakui penetapan hari raya sama-sama benarnya, berarti kita sudah menyatakan hari raya selama 2 hari.  Ah ya nggak,  pastinya yang sholat Id Rabu mengakui hari raya Rabu sedang yang Kamis juga demikian. </p>
<p>Bingung ????Ndak perlu bingung&#8230;..yang penting bagaimana kita bersatu melawan kefakiran dan kekafiran!</p>
<p>Jadi, puasanya kapan ?, sholat iednya kapan??, meuncit domba  qurban iraha??<br />
Its all up to you&#8230;(depending when you celebrate Idul Adha, Qurban for me is more than how we are empathy to others and saatnya kita meuncit ego kita untuk umat)<br />
Ini pendapat pribadi. Finally&#8230;everything we do is seeking for ridho ALLAH, so ALLAH knows best what inside our heart.<br />
Salam,</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di Hello world! oleh agusfikri</title>
		<link>http://agusfikri.wordpress.com/2007/08/29/hello-world/#comment-4</link>
		<dc:creator>agusfikri</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 05 Nov 2007 08:19:26 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">#comment-4</guid>
		<description>ok</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>ok</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
