Matahari
Mentari di Ujung Senja…
Kehidupan ini bagaikan air yang dicurahkan dari langit,
membasahi bumi,
dengan air itu maka tumbuh tumbuh-tumbuhan,
kemudian tumbuhan itu menjadi kering,
diterpa angin,
dan tiada berbekas sama-sekali.
Ya… kehidupan di bumi ini memang fana, apapun yang sekarang tampak di depan kita, mobil, rumah, sawah, anak-anak, jabatan, kecantikan semua akan musnah. Allah-lah yang menjadikan itu dan Allah pula yang melenyapkan.
Apa yang tersisa …?
Amal…. ya … perbuatan …. itulah yang kita sisakan.
Ibarat sebuah pesta, kini sudah usai, capek, letih, dongkol, jengkel, kecewa, puas, nyesel, gembira, bengong dan seribu rasa yang berbaur …. dan kemudian tagihan mulai berdatangan.
Apa yang akan kita katakan ?
Apa yang bisa kita lakukan lagi ….?
Tak ada …. Ya…. tak ada yang kita lakukan.
Kini kita telah menjadi mayat.
Hari ini sudah senja……
Mentari sudah menguning….
Bekal usia tinggal beberapa langkah lagi ….
Sedetik…. sebulan…. setahun … sewindu …. atau berapa ????
kita tak tahu….
Adzan sudah dikumandangkan…..
Panggilan sudah datang …
Ayo ….. benahi diri ….
Mentari masih menyisakan sinar ….
Hari belum gelap….
Masih ada waktu untuk melangkah …
Dan menutup pintu rumah ….
bandung—
Belum ada komentar.
Tinggalkan komentar
-
Terkini
-
Tautan
-
Arsip
- Februari 2009 (2)
- Oktober 2008 (1)
- Agustus 2008 (1)
- Juni 2008 (1)
- Mei 2008 (3)
- April 2008 (4)
- Maret 2008 (2)
- Februari 2008 (1)
- Januari 2008 (3)
- Desember 2007 (1)
- November 2007 (1)
- Oktober 2007 (2)
-
Kategori
-
RSS
RSS Entri
Komentar RSS